Selasa, 18 Juni 2013

Cara Mengatasi Cinta yang Tak Direstui

Berpacaran dengan orang yang dicintai tentunya membuat hati senang dan ingin terus berada di sampingnya. Dengan ada kehadirannya, hidup kamu juga jadi lebih berwarna. Kamu dan si dia sudah sama-sama cocok dan nyaman menjalani kisah asmara ini. Tapi, ada salah satu hal yang jadi penghalang yaitu tak mendapatkan restu dari orangtua.

Orang tua tidak setuju jika kamu berpacaran dengan si dia. Orangtua mengatakan bahwa si dia bukanlah orang yang tepat atau pantas untuk kamu. Mendengar perkataannya itu jadi membuat kamu ‘galau’ dan marah pada mereka. Namun, jangan marah atau kesal dahulu kepadanya. Kamu harus bisa mengatasinya dengan cara yang cerdas. Selain itu, kamu juga harus berpikir panjang dan jangan mementingkan diri sendiri saja. Cobalah pikirkan apa yang dikatakan orangtua dan lihatlah sisi baik dan buruk si pacar. Dengan begitu, mungkin kamu bisa memutuskan solusi apa yang terbaik untuk diri sendiri. Bukan hanya melakukan hal itu saja, tapi masih ada cara lain untuk mengatasi jika hubungan asmara tak direstui orangtua. Apa saja? Inilah cara mengatasi hubungan asmara yang tak direstui orangtua: 





1. MENCARI TAHU ALASAN ORANGTUA 
Sebelum mengambil keputusan yang tepat, kamu perlu mencari tahu dahulu alasan orangtua kenapa tak menyukai si pacar. Tanyakan dengan sopan kenapa mereka tak menyukainya. Mungkin saja karena usianya berbeda jauh atau perilakunya yang terlalu dekat dengan kamu. Mendengar alasan dari mereka, sebaiknya kamu tampung terlebih dahulu. 
2. BERTANYA PADA TEMAN 
Mintalah pendapat mereka tentang si pacar. Jika ada sesuatu perkataan mereka yang kurang enak di dengar mengenai si pacar, maka jangan berdebat dahulu. Kamu harus mendengarkan apa yang mereka sampaikan tentang si pacar. Jika mereka memiliki pendapat yang sama dengan orangtua kamu, maka bisa diartikan bahwa hubungan asmara untuk ke depannya tidak akan berjalan mulus. 
3. MELAKUKAN EVALUASI MASALAH 
Setelah menampung pendapat dari oragtua dan teman-teman, kamu harus bisa mengevaluai. Tanyakan pada diri kamu, apakah akan tetap melanjutkan hubungan asmara atau tidak. Saat melalukan evaluasi ini, kamu disarankan untuk tidak mementingkan diri sendiri saja. Mencintai si dia sepenuh hati boleh-boleh saja, tapi jangan sampai membuat orang yang kamu sayangi lainnya merasa tersakiti. 
4. MENGEVALUASI HUBUNGAN ASMARA KALIAN 
Kamu harus memastikan kenapa menyukainya atau mempertahankannya. Apakah karena si dia cinta pertama kamu?, apakah kamu dipaksa berpacaran oleh teman-teman?, apakah berpacaran dengannya bisa membuatmu selalu bahagia?, apakah si dia merupakan sosok yang akan menjadi pendamping hidupmu kelak?, dan pertanyaan lainnya. Jika menemukan banyak nilai positif saat menjalin kisah asmara ini, maka kamu perlu mempertahankannya. Jika tidak, maka turuti apa perkataan orangtua dan teman-temanmu. 
5. MENGEVALUASI SIKAP SI DIA 
Selain mengevaluasi masalah dan hubungan asmara, kamu juga perlu mengevaluasi sikap si dia. Perhatikan sikap yang ditunjukkan kepada kamu. Apakah kamu diperlakukan dengan hormat?, apakah dia sering berperilaku kasar? Jika jawabannya tidak, maka Anda bisa mempertahankan hubungan asmara saat ini. Itulah cara mengatasi cinta yang tak direstui oleh orangtua. Alangkah baiknya untuk memikirkan secara matang-matang dahulu untuk melanjutkan hubungan atau tidak. Jika banyak nilai positif yang kamu dapat dari si dia, maka tak ada salahnya untuk meyakini orangtua agar hubungan bisa direstui. (NR)


Read more at: http://ciricara.com/2013/01/22/ciricara-cara-mengatasi-cinta-yang-tak-direstui/

Sabtu, 01 Juni 2013

MENGHADAPI MASALAH KEHIDUPAN DENGAN AL-QUR’AN

KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG AKU
IDAM-IDAMKAN?
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah:216)

KENAPA UJIAN SEBERAT INI?
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Al-Baqarah:286)

RASA FRUSTASI?
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (Al-Imran:139)

BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Ali-Imran:200)
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'. ( Al-Baqarah:45)

APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.( At-Taubah:111)

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal. (At-Taubah:129)

AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!!!!!
dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (Yusuf:87)
Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu. (An-Nisaa':86)

Mari kita berbenah dan terus berbenah..untuk memepersembahkan yang terbaik
dalam masa hidup kita...
Dengan torehan kemuliaan dan semangat pantang menyerah...
Dimanapun. kapanpun dan dengan siapapun..selama ALLAH SWT menjadi "..just The ONE goal..“
Insya Allah akan "bahagia" sebagaimana doa yang sering terlantun untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.

Dari Seorang sahabat